Industri eSports di Indonesia semakin berkembang, dan para pemain wanita turut berkontribusi besar dalam mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Berikut lima pemain wanita eSports Indonesia yang patut diperhatikan:
1. Maureen Gabriella (BTR Alice)
Maureen Gabriella, yang spaceman 88 dikenal dengan nama panggilan BTR Alice, merupakan pemain PUBG Mobile profesional yang tergabung dalam tim Bigetron Esports. Ia telah meraih berbagai prestasi, antara lain Juara 1 PMCO 2019 Fall Split Global Finals dan Juara 1 PUBG Mobile Global Pro League tingkat Asia Tenggara 2021.
2. Odella Abraham (Enerii)
Odella Abraham, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Enerii, adalah pemain Valorant profesional yang membela tim Alter Ego Celeste. Ia telah menjuarai berbagai turnamen, termasuk FSL Valorant Open 2021 #3 dan VCT 2022: Game Changers APAC Open 1, 2, 3, dan 4.
3. Meutia Rahma Rianti Maharani (Mute)
Meutia Rahma Rianti Maharani, yang dikenal dengan nama Mute, adalah pemain PUBG Mobile profesional yang tergabung dalam tim Bigetron Esports. Ia berhasil meraih Juara 1 dalam PMPL SEA 2021 dan menjadi bagian dari tim yang menjuarai Southeast Asia Cyber Arena 2021: Major Ladies.
4. Michelle Denise Siswanto (Chell)
Michelle Denise Siswanto, yang dikenal dengan nama Chell, merupakan pemain Mobile Legends profesional yang membela tim Team Vitality. Ia berposisi sebagai Gold Lane dan telah berkompetisi di berbagai turnamen internasional, termasuk Mobile Legends: Bang Bang Women’s Invitational (MWI).
5. Vivian Indrawaty (Vivian)
Vivian Indrawaty, yang dikenal dengan nama Vivian, adalah pemain Mobile Legends profesional yang juga tergabung dalam tim Team Vitality. Ia berposisi sebagai Roamer dan telah berkompetisi di berbagai turnamen internasional, termasuk Mobile Legends: Bang Bang Women’s Invitational (MWI).
Kelima pemain wanita eSports Indonesia ini telah membuktikan bahwa perempuan juga memiliki peran penting dalam dunia eSports. Dengan prestasi yang diraih, mereka tidak hanya menginspirasi para gamer perempuan di Indonesia, tetapi juga menunjukkan bahwa eSports adalah arena yang inklusif bagi siapa saja.